Terapi Gelombang Kejut

Bone-Spur_04

Klik pada kondisi berikut untuk mempelajari lebih lanjut:

Terapi Gelombang Kejut

Klinik Koreksi Skoliosis & Tulang Punggung adalah salah satu dari praktik kiropraktik privat di Singapura yang menawarkan teknologi baru nan canggih ini yang dikenal sebagai Terapi Gelombang Kejut. Fungsi utamanya adalah pereda nyeri dan pemulih mobilitas yang cepat. Bersamaan dengan menjadi terapi non-bedah tanpa perlu obat penghilang rasa nyeri membuatnya sebagai terapi ideal untuk mempercepat pemulihan dan menyembuhkan berbagai indikasi penyebab nyeri akut atau kronis.

Teknologi ini mengurangi atau menghilangkan berbagai kondisi menyakitkan (kronis) seperti nyeri bahu, lutut atau tumit. Terapi Gelombang Kejut merupakan metode pengobatan yang cepat, aman, non-invasif dan sangat efektif. Studi klinis telah membuktikan tingkat keberhasilan lebih dari 70%, bahkan dalam kasus yang telah gagal bereaksi pada pendekatan konvensional.

Efek menguntungkan terapi gelombang kejut sering dirasakan setelah hanya 1 atau 2 sesi. Terapi ini menghilangkan rasa nyeri dan mengembalikan mobilitas penuh, dengan demikian dapat meningkatkan kualitas hidup.

Apa yang membuat pengobatan ini jauh kedepan dibanding pengobatan tradisional adalah bahwa terapi ini tidak hanya sekedar menawarkan sebagai pereda gejala namun mengobati patologi muskuloskeletal. Jika dilakukan oleh terapis yang berkualitas terapi gelombang kejut ekstrakorporeal memiliki hampir tidak ada risiko atau efek samping.


Mekanisme Tindakan

action-shock

Gelombang kejut adalah gelombang akustik yang membawa energi tinggi ke titik-titik nyeri dan jaringan muskuloskeletal dengan kondisi sub-akut, sub-kronis dan kronis. Energi tersebut meningkatkan proses regenerasi dan perbaikan tulang, tendon dan jaringan lunak lainnya.

Gelombang kejut ditandai dengan perubahan tekanan yang melonjak, amplitudo tinggi dan non-periodisitas.

Energi kinetik dari proyektil, yang diciptakan oleh udara terkompresi, ditransfer ke transmiter pada ujung aplikator dan selanjutnya ke dalam jaringan.


Efek Medis

1. Pembentukan Pembuluh Darah Baru

blodvessel
Gizi dalam aliran darah diperlukan untuk memulai dan mempertahankan proses perbaikan struktur jaringan yang rusak. Penerapan gelombang akustik menciptakan mikroruptur kapiler dalam tendon dan tulang. Karena mikroruptur pencetus faktor pertumbuhan seperti eNOS, VEGF, PCNS dan BMP meningkat secara signifikan.

Sebagai hasil dari proses tersebut arteriol dibangun kembali, dirangsang untuk tumbuh dan terbentuklah yang baru. Pembuluh darah baru meningkatkan suplai darah dan oksigenasi daerah yang diobati dan mendukung penyembuhan tendon dan tulang lebih cepat.

2. Membalikkan Peradangan Kronis

ree
Peradangan kronis terjadi ketika respon inflamasi tidak sepenuhnya dihentikan. Hal ini dapat merusak jaringan sehat dan menghasilkan nyeri kronis. Sel mast adalah salah satu komponen kunci proses peradangan. Aktivitas mereka dapat ditingkatkan dengan menggunakan penyebaran gelombang akustik.

Aktivasi sel mast diikuti oleh produksi kemokin dan sitokin. Senyawa pro-inflamasi tersebut pertama meningkatkan proses inflamasi dan selanjutnya membantu mengembalikan penyembuhan normal dan proses regeneratif.

3.Merangsang Produksi Kolagen

Produksi kolagen dalam jumlah yang cukup merupakan prasyarat penting untuk proses perbaikan myoskeletal dan struktur ligament yang rusak. Terapi gelombang kejut mempercepat sintesis prokolagen. Terapi ini mendorong serat kolagen yang baru terbentuk ke dalam struktur memanjang yang membuat serat tendon baru lebih padat dan keras dan menciptakan struktur yang lebih kuat.

4.Disolusi Fibroblas yang Terkalsifikasi

Peningkatan jumlah kalsium paling sering merupakan hasil dari robekan mikro atau trauma lain pada tendon. Gelombang akustik memecah kalsifikasi yang ada. Terapi gelombang kejut memulai dekalsifikasi biokimia penumpukan kalsium dari konsistensi seperti pasta gigi dan mengobati tendon. Partikel granular kalsium kemudian dibuang oleh sistem limfatik.

5.Dispersi Mediator Nyeri “Zat P”

Zat P adalah neurotransmiter yang memediasi informasi nyeri melalui serabut saraf-C. Neuropeptida ini umumnya dikaitkan dengan nyeri intens, persisten dan kronis. Zat ini menghantarkan pesan rasa nyeri ke sistem saraf pusat. Menurunkan konsentrasi Zat P dapat mengurangi rangsangan serat nosiseptif aferen dan dengan demikian mengurangi rasa nyeri. Penurunan Zat P, histamin dan metabolit nosiseptif lainnya juga membantu menghambat perkembangan edema peradangan. Gelombang akustik yang dihasilkan oleh terapi Gelombang Kejut menurunkan konsentrasi Zat P dan meredakan nyeri.

6.Melepaskan Titik Pemicu

Titik pemicu adalah penyebab utama nyeri di punggung, leher, bahu dan anggota badan. Mereka dikaitkan dengan nodul yang dapat teraba di serabut otot yang tegang (taut band) dan telah sangat mengkontraksi otot sarkomer. Disfungsi otot sarkomer yang berkontraksi begitu kencang mulai memotong suplai darah mereka sendiri. Hal ini menyebabkan produk buangan meningkat. Peningkatan produk buangan mengiritasi ujung saraf sensorik yang kemudian menyebabkan kontraksi yang bahkan lebih kuat. Lingkaran setan ini disebut sebagai “krisis metabolik”. Mekanisme tindakan ini diasumsikan bahwa energi akustik yang dihantarkan membuka pompa kalsium dan dengan demikian membalikkan krisis metabolisme dalam miofilamen dan melepaskan titik pemicu.

legs


Indikasi

Nyeri Lutut – Nyeri Lutut karena peradangan atau cedera tendon patella dirasakan sebagai nyeri, kelesuan dan defisit fungsional. Kondisi ini dapat mengganggu atau bahkan mengakhiri karir olahraga pasien Anda terlepas dari usia dan ini sulit untuk diobati. Terapi Gelombang Kejut menawarkan solusi yang sederhana dan cepat. Pasien langsung merasakan nyeri berkurang setelah sesi pertama dan dalam beberapa kali terapi penyebab dan nyeri lenyap.

Nyeri Bahu – Nyeri bahu dapat disebabkan oleh misal: kalsifikasi, sindrom jepitan bahu (impingement) atau bahu beku. Semua indikasi tersebut merupakan sumber nyeri ringan hingga parah dan membatasi pasien dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tendonitis kalsifikasi bahu yang diobati dengan gelombang kejut menunjukkan kalsifikasi hilang sepenuhnya dalam lebih dari 85% kasus. Penurunan rasa nyeri yang signifikan dan perbaikan fungsi bahu diamati setelah 4 minggu. Solusi untuk banyak kasus yaitu operasi atau suntikan yang mana terapi Gelombang Kejut adalah pengganti yang pas.

Tennis Elbow –Tennis elbow adalah suatu kondisi yang sering terjadi pada hingga 10% populasi umum. Sayangnya pengobatan epikondilitis secara konservatif membutuhkan waktu panjang, termasuk obat-obatan (pereda rasa nyeri, suntikan steroid) dan sering memerlukan pengulangan. Terapi gelombang kejut di sisi lain menawarkan sebagai pereda nyeri yang lebih cepat dan penyembuhan dengan efisiensi lebih dari 70% hanya dalam maksimal 5 sesi pengobatan.

Taji Tumit – Deposit kalsium pada bagian bawah tulang tumit (heel spur) terkait erat dengan jaringan parut atau peradangan plantar fasia (plantar fasciitis). Baik salah satu indikasi atau gabungan keduanya, membatasi pasien dalam kegiatan sehari-hari mereka. Gelombang kejut mengobati kedua masalah secara bersamaan. Gelombang akustik bertanggung jawab untuk pemulihan cepat, mengembalikan ke rutinitas sehari-hari dan efek yang tahan lama pada hingga 88% pasien.

Nyeri Pinggul – Seiring usia dan penggunaan, tulang rawan menurun fungsinya atau menjadi rusak. Otot dan tendon di pinggul bisa digunakan secara berlebihan. Tulang pinggul itu sendiri bisa patah saat jatuh atau cedera lainnya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri dan kerusakan di daerah pinggul. Terapi gelombang kejut meningkatkan proses penyembuhan, melawan peradangan, menghilangkan rasa nyeri dan kelelahan serta dapat mencegah operasi penggantian pinggul. Pada 79% pasien dengan terapi nekrosis terapi gelombang kejut juga meningkatkan osteonekrosis kepala femoralis.

Nyeri Otot – Nyeri pada insersi otot biasanya terjadi karena aktivitas berulang atau berkepanjangan yang menempatkan tekanan pada tendon tertentu. Melalui proses terapi gelombang kejut neovaskularisasi mendorong aliran darah yang lebih ke area tersebut dan karena itu penyembuhan lebih cepat tanpa perlu ketergantungan obat nyeri.

Tendinopati Kronis – Trauma mikro yang terakumulasi dari kelebihan beban berulang dapat mengakibatkan tendinopati kronis (tendinitis atau tendinosis). Tendinopati di berbagai area tubuh merupakan diagnosis meluas baik dari seorang yang aktif dan populasi umum. Peradangan tendon dan kerusakan pada tingkat sel keduanya berhasil diobati dengan gelombang kejut. Jumlah sesi biasanya 3-5 dengan jarak 5-10 hari antar sesi.

Kalsifikasi – Kalsifikasi tendinitis adalah gangguan nyeri kronis yang ditandai dengan kalsifikasi di otot rotator cuff tendon. Kondisi seperti itu menyebabkan rasa nyeri dan berbagai keterbatasan gerak. Terapi gelombang kejut merupakan salah satu pengobatan kalsifikasi paling efektif. Gelombang akustik menyebabkan gangguan pada kumpulan kalsifikasi dan mendorong pemecahan dan eliminasinya oleh tubuh. Terapi gelombang kejut secara signifikan mengurangi panjang jangka pengobatan dan menawarkan penyembuhan nyeri yang cepat dalam tahap kronis.

Langkah Terapi

Terapi gelombang kejut adalah sebuah pengobatan non-invasif. Penerapannya sederhana dan mudah. Terapi dimulai dalam 3 langkah:

la1

Pertama – Menentukan letak area yang akan diobati
Area yang akan diobati ditentukan letaknya dengan palpasi agar dapat memberikan terapi secara tepat.

la1

Kedua – Pengaplikasian gel
Gel dalam jumlah yang cukup diaplikasikan pada area yang telah ditentukan pada langkah 1. Penggunaan gel penting untuk menstransfer gelombang akustik dengan efisien dan lancar.

la1

Ketiga – Inisiasi terapi
Aplikator gelombang kejut sedikit didorong terhadap area yang akan diobati dan tombol mulai ditekan.


FAQ

WAkankan terapi Gelombang Kejut membantu saya?

Kebanyakan pasien dengan masalah nyeri kronis telah melalui berbagai jenis pengobatan yang tidak berhasil. Hingga 80% pasien yang sama di seluruh dunia melaporkan bahwa terapi Gelombang Kejut telah membantu mereka menghilangkan masalahnya.

Apakah terapinya menyakitkan?

Mungkin ada sedikit perasaan tidak nyaman selama pengobatan, tergantung pada tingkat nyeri pasien yang dirasakan di area tersebut. Namun, karena pengobatan hanya berlangsung sekitar lima menit, sebagian besar pasien dapat mentolerir ketidaknyamanan ini. Selain itu, intensitas pengobatan disepanjang sesi dapat disesuaikan.

Berapa banyak terapi yang akan saya butuhkan?

Banyaknya terapi bervariasi tergantung pada indikasi dan respon jaringan. Efek terapi sifatnya kumulatif, sehingga Anda biasanya akan membutuhkan lebih dari satu (3-5) terapi. Meskipun sangat sering, Anda akan merasakan nyeri mereda seketika setelah terapi pertama.

Seberapa sering terapi yang akan saya butuhkan?

Kebanyakan sesi memerlukan 3-5 sesi yang dilakukan 3-10 hari terpisah, tergantung pada toleransi pasien dan respon jaringan mereka.

Apakah saya akan merasakan sakit setelah terapi?

Kebanyakan pasien akan mengalami nyeri yang mereda segera setelah pengobatan. Namun, dalam 2-4 jam setelah pengobatan, mereka mungkin merasakan beberapa nyeri di area yang diobati. Nyeri ini telah dilaporkan sebagai hal yang dapat ditoleransi dan tidak membatasi.

Apakah ada pembatasan setelah terapi?

Disarankan bagi pasien untuk menahan diri dari aktivitas fisik, terutama yang akan melibatkan area yang diobati, selama sekitar 48 jam setelah setiap sesi pengobatan.